Selingkuh dan Bisnis !

From: Norman Firman MBA <norman@omzetter. com>
Subject: [Indonesian- Business] Selingkuh dan Bisnis !
To: indonesian-business @yahoogroups. com
Date: Friday, August 15, 2008, 9:41 PM

Di suatu pagi, ketika saya mendengarkan siaran sebuah radio, ada suatu kisah yang menarik. Di acara itu seorang pria bercerita bahwa ia menyukai seorang wanita dan baru belakangan mengetahui bahwa wanita tersebut teryata telah memiliki suami dan ia bahkan pernah didamprat oleh suami wanita tersebut. Bagaimana pandangan anda terhadap wanita tersebut? Banyak pendengar radio yang mengirim SMS, menasihati si pria agar memutuskan hubungan dengan wanita tersebut, dikarenakan wanita tersebut adalah seorang pembohong dan masih banyak wanita lain di luar sana. Apakah anda setuju dengan saran ini?

Si penyiar kemudian menelpon suami dari wanita tersebut untuk melakukan interview. Beruntung si suami mau di-interview oleh radio tersebut. Ia mengatakan bahwa ia dijodohkan dengan istrinya dikarenakan bisnis keluarga, dan ia tidak mencintai istrinya tersebut. Si penyiar kemudian bertanya, jika ia tidak mencintai istrinya, kenapa ia melarang istrinya berhubungan dengan orang lain yang memang dicintai oleh istrinya tersebut. Alasannya lagi-lagi karena masalah bisnis: Bagaimana jika ada orang melihat istrinya tersebut jalan dengan pria lain, hal itu akan mempengaruhi bisnis mereka. Kemudian ditanya lagi, apakah ia akan cerai dengan istrinya tersebut. Dijawab oleh si suami bahwa itu mustahil terjadi, karena banyak yang harus dikorbankan jika sampai harus bercerai. Sekarang saya bertanya lagi, bagaimana sekarang anda melihat wanita tersebut?

Saya pribadi merasa kasihan dengan wanita tersebut karena harus menjalani kehidupan tidak seperti apa yang ia inginkan, semuanya palsu, semuanya hanya untuk bisnis semata. Hal ini juga pasti akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Ok, karena ini adalah artikel bisnis dan bukan artikel infotainment, sekarang saya ingin menghubungkan cerita ini dengan kehidupan anda sendiri. Apakah saat ini anda menjalankan bisnis atau pekerjaan karena SUKA atau TERPAKSA atau TERLANJUR?

Dari cerita di atas, ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak ia sukai, maka hasilnya sulit untuk bagus. Seperti cerita di atas, si wanita berusaha mencari pria lain yang ia cintai. Demikian pula orang yang melakukan hal yang tidak ia sukai, cenderung untuk tidak setia dengan bisnis atau pekerjaannya. Mungkin ia mencoba bisnis sampingan sehingga bisnis intinya tidak berjalan dengan baik. Atau contoh lain lagi, seorang sales yang menjual produk dari perusahaan lain selain produk dari perusahaan dimana ia bekerja.  Ketidaksetiannya ini mengakibatkan ia tidak dapat memberikan hasil yang Optimal dari bisnis atau pekerjannya.

Apa beda terpaksa dan terlanjur? Bedanya adalah apakah paksaan datang dari luar atau dalam. Terpaksa dikarenakan paksaan datang dari luar, misalnya : meneruskan bisnis keluarga yang ia tidak suka. Tetapi karena tidak ada orang lain, maka ia terpaksa menjalankan bisnis keluarga tersebut. Sedangkan terlanjur dikarenakan seseorang merasa sayang untuk melepaskan sesuatu hal yang sudah ia tekuni, walaupun mungkin ia tidak menyukainya. Misalnya : seseorang yang ketika kuliah mengambil fakultas teknik, kemudian ketika bekerja ia juga mengambil di bidang teknik dan baru menyadari bahwa ia tidak terlalu menyukai bidang teknik. Tetapi ia enggan untuk pindah ke bidang lain dikarenakan telah terlanjur lama menekuni bidang tersebut dan merasa sayang kalau harus memulai sesuatu yang baru dari nol lagi.

Sekarang terserah anda, karena ini adalah hidup anda dan andalah yang akan menjalaninya, baik nikmat maupun sengsara. Apakah tetap mau melakukan yang tidak anda sukai atau mau merubahnya. Hal ini pulalah yang seharusnya dicari tahu oleh para pemilik bisnis dalam penerimaan karyawan baru. Seringkali yang dilihat hanyalah pengalamannya saja, apakah si pelamar memiliki pengalaman yang dibutuhkan, tanpa mencari tahu apakah ia sesungguhnya menyukai pekerjaan tersebut atau tidak. Jika anda menerima karyawan yang memang menyukai pekerjaannya, maka prestasi mereka akan jauh lebih baik dibandingkan yang tidak menyukai atau terpaksa atau terlanjur.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dan bisnis anda.

NB : Tanggal 28 Agustus, dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia, Omzetter dan Asosiasi Manager Indonesia (AMA DKI) akan menyelenggarakan acara dengan judul “Merdeka Untuk Menjual”. Dalam acara ini, saya akan membimbing peserta untuk mencari akar penyebab mereka tidak bisa menghasilkan Sales yang optimal dan menghancurkan penyebab tersebut. Info lebih lanjut silakan kunjungi www.omzetter. com atau telp 0815-100-77- 232

Salam Omzetter!

Norman Firman MBA
Sales & Marketing Coach

norman@omzetter. com

Leave a comment

Filed under bisnis, strategi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s