Bulan Menanam Pohon Tidak Efektif

kayu gelondong

YOGYAKARTA, (Kompas: Selasa, 9 Desember 2008 | 08:26 WIB) – Pencananganan Desember sebagai Bulan Menanan Nasional kurang efektif dalam upaya memperbaiki kerusakan lingkungan di Indonesia. Demikian penilaian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Bulan menanam bukanlah sesuatu yang spesial karena menanam pohon seharusnya menjadi kewajiban masyarakat,” kata Ketua Walhi DIY Suparlan, Selasa.

Menurut dia, tidak perlu ada pencanangan bulan menanam karena justru memberikan kesan seolah-olah masyarakat Indonesia tidak pernah memiliki inisiatif untuk menanam pohon.

Ia menyatakan khawatir bulan menanam nasional hanya akan menjadi upacara biasa, dan setelah itu tidak pernah ada pengecekan terhadap tanamannya, tidak pernah diberitahu siapa yang akan mengurus tanaman tersebut, serta siapa yang mengelola dan merawat tanaman itu usai upacara bulan menanam nasional.

Suparlan mencontohkan pengalaman serupa pada masa pemerintahan  Megawati Soekarnoputri, yang juga mencanangkan kebijakan yang hampir mirip. Tetapi setelah upacara selesai, tidak dicek lagi perkembangan tanamannya. Akibatnya banyak tanaman yang mati. “Tanaman yang berhasil tumbuh tidak sampai 50 persen,” katanya.

Ia menambahkan, akan menjadi sesuatu yang spesial dan efektif jika pemerintah mencanangkan  bulan penghentian penebangan liar, atau bulan tidak memberikan izin penebangan, atau bulan melindungi hutan lindung. “Itu baru spektakuler,” katanya.
ABI
Sumber : Ant

Leave a comment

Filed under lingkungan1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s