Pemerintah: Saat Krisis, Jual Rugi Adalah Solusi Rasional

JAKARTA. (Kontan: Selasa, 23 Desember 2008 | 09:30) – Pemerintah ternyata sepakat dengan kebijakan pengusaha untuk menjual rugi. Kebijakan jual rugi merupakan solusi rasional produsen sepatu nasional menghadapi krisis ini. Terutama dalam upaya mengurangi dampak pengurangan pegawai yang bakal terjadi tahun depan. “Langkah ini merupakan hal baik dan sifatnya sementara paling satu tahun ke depan,” kata Direktur Industri Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Budi Irmawan.

Asal tahu saja, industri sepatu nasional misalnya, mengaku siap menjual rugi produknya agar tetap mendapatkan order ekspor pada kuartal II 2009. Yaitu, dengan memberi diskon harga lantaran penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam sebulan terakhir dari Rp 12.000 per dolar AS menjadi Rp 11.000 per dolar AS. “Rugi sekali-kali tak apa, yang penting order tetap jalan. Tapi kami akan berupaya minimal balik modal tercapai,” ujar Anggota Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Djimanto Djimanto, Senin (22/12).

Di sisi lain, Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko mengungkapkan, sudah ada 17 perusahaan di sektor industri alas kaki yang mengajukan diri untuk ikut program restrukturisasi mesin pada 2009. Saat ini, perusahaan itu tengah menunggu diverifikasi dari lembaga terkait. Selanjutnya jika berjalan lancar mereka bakal mendapat insentif berupa subsidi bunga pembelian mesin dengan nilai nilai dari pemerintah Rp 35 miliar. “Mesin-mesin yang dipakai industri sudah sangat tua rata-rata 20% hingga 25% jadi sudah waktunya diganti. Rencananya, mesin yang akan dibeli dari sejumlah negara seperti, Italia, Taiwan, dan China,” ujar Eddy.

Program ini tak sia-sia. Sebab, dari hitungan pengusaha bila benar-benar terlaksanakan maka produktivitas industri alas kaki meningkat 10% pada 2010. hasilnya baru telihat pada 2010, sebab pada tahun 2009 pengusaha masih memasuki tahap uji coba produksi pada mesinnya. Sementara nilai investasi dari pengusaha untuk pembelian mesin sekitar Rp140 miliar. Sebagian besar perusahaan yang memanfaatkan program adalah skala menengah.

Nurmayanti

Leave a comment

Filed under bisnis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s