Meluaskan Ruang Juga Membahayakan

iDEA online, Senin 12 Januari 2009
Dinding kaca

Kini kaca tak hanya populer diaplikasikan pada gedung-gedung perkantoran. Rumah bergaya modern, seringkali menggunakan kaca sebagai pengganti dinding bata atau beton.

Semula material kaca jarang digunakan sebagai material dinding maupun pintu. Sifat kaca yang rapuh dan rawan pecah merupakan alasannya. Namun kini, material kaca cukup populer digunakan sebagai dinding. Terutama pada bangunan-bangunan rumah modern. Beberapa orang bahkan mengaplikasikan dinding kaca untuk sebagian besar dinding rumah. Namun banyak juga yang hanya mengaplikasikan pada dinding ruangan tertentu.

Tak seperti yang terlintas di benak, teknologi modern membuat kaca bisa lebih kuat. Tak mudah ratak atau pecah. Bahkan bisa juga untuk diinjak. Kaca yang seperti ini memiliki ketebalan rata-rata di atas 1cm.

Dinding kaca memberikan efek serupa cermin. Fungsinya bukan untuk memantulkan bayangan ruang, namun lebih pada “meniadakan” batas antarruang.

Kaca-kaca transparan berukuran besar dapat membawa nature flow ke dalam ruang. Jika terdapat taman hijau di seputar rumah, dinding kaca akan menyajikan pemandangan tersebut ke dalam ruang. Dengan dinding transparan, batas antara ruang luar dan dalam seolah hilang.

Selain fungsi di atas, kaca juga memungkinkan banyak cahaya alam masuk, menerangi ruang di dalam rumah. Sehingga, pada siang hari misalnya, tidak diperlukan lampu pada ruang-ruang yang berbatasan langsung dengan ruang luar. Dengan demikian, energi listrik untuk penerangan ruang pun dapat dihemat. Pada malam hari, kaca juga dapat menghadirkan pemandangan alam ke dalam ruangan dan menjadikan ruang lebih romantis.

Perhatikan efek negatifnya

Mengingat banyaknya cahaya matahari yang mungkin masuk melalui dinding kaca, perlu diperhatikan peletakan dinding kaca ini. Sebaiknya hindari memasang kaca dalam ukuran besar pada dinding rumah sebelah timur, terlebih lagi: barat. Kedua sisi ini rawan memasukkan banyak cahaya matahari, pada pagi dan sore hari. Akibatnya ruangan akan terasa panas. Idealnya, dinding kaca ditempatkan pada area bangunan yang menghadap ke utara atau selatan.

Ada banyak cara pengaplikasikan dinding kaca. Bingkai (frame) dapat memberikan tampilan dinding kaca yang lebih kuat dan rapi. Bagi yang tidak menyukai dinding kaca berbingkai, bisa memilih yang frameless atau tanpa frame. Konsep pemasangan ini agak merepotkan dalam hal pemeliharaan, karena kaca tertanam pada dinding.

Selain sebagai pembatas dengan ruang luar, kaca juga bisa diaplikasikan sebagai pembatas antarruang. Agar tampilannya tidak polos, bening, dan mungkin malah membahayakan, cobalah beri motif bunga atau sulur pada permukaan kaca menggunakan cutting sticker. Atau jika Anda memiliki hobi melukis, cobalah  melukis di atas kaca. Gunakan cat khusus kaca, yang bisa ditemukan di pasaran. Kaca jadi indah, dan penggunannya pun tak membahayakan.

Penulis: Anissa
Foto: Martin

Leave a comment

Filed under properti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s