Jakarta Garden City di Cakung

Kamis, 13 Desember 2007

Konsep Kota Mandiri
Jakarta Garden City di Cakung

Oleh: SONYA HELLEN SINOMBOR

Pengalaman selama 16 tahun membangun sejumlah proyek properti di Indonesia dinilai cukup bagi perusahaan properti terkemuka asal Singapura, Keppel Land Ltd, untuk mengembangkan sebuah konsep kota permukiman atau “residential township” yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum dan sosial di wilayah Cakung, Jakarta Utara.

Mulai awal tahun 2008, Keppel Land yang menggandeng pengembang lokal, Modernland Indonesia, akan membangun sebuah kota mandiri yang modern dan terpadu untuk tempat tinggal, bisnis, serta rekreasi dengan nama Jakarta Garden City.

Proyek township ini akan dibangun PT Mitra Sindo Sukses (anak perusahaan Keppel Land dan Modernland Indonesia) di lahan seluas 270 hektar di Cakung, yang letaknya hanya sekitar 5 kilometer dari kawasan hunian mandiri Kelapa Gading dan Menteng Metropolitan. Selain terhubung dengan jalan tol lingkar luar (outer ring road), Jakarta Garden City secara geografis memiliki akses yang mudah ke berbagai lokasi penting di Jakarta, seperti kawasan bisnis utama (central business district/CBD).

Kawasan perumahan township yang terintegrasi ini rencananya akan dibangun secara bertahap dalam jangka waktu sekitar 10 tahun (2007-2016). Di lahan milik PT Modernland ini akan dibangun sekitar 9.703 unit rumah untuk 60.000 orang yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Dalam proyek township ini, segmen kelas menengah ke atas (komunitas urban muda, profesional, dan mengerti teknologi) akan menjadi sasaran utama.

“Kami akan membangun rumah berkualitas dengan konsep berbeda. Rumah yang dibangun di kawasan kota mandiri ini dirancang secara apik untuk memenuhi kebutuhan rumah sebagai instrumen investasi,” ujar Presiden Direktur PT Keppel Land Lim Seng Bin di Singapura, pertengahan November 2007, ketika Kompas dan sejumlah wartawan dari Indonesia diundang mengunjungi sejumlah proyek Keppel Land di Singapura.

Lim Seng Bin yang didampingi Land Dennis CK Tay (General Manager Marketing Keppel Land), Yeo Chee Kian (Presiden Direktur Jakarta Garden City), dan Gerald Lau (Head of Marketing Jakarta Garden City) menjelaskan, Jakarta Garden City dibangun dengan konsep yang mengandalkan kualitas produk yang superior dan dengan konsep manajemen estate bergaya Singapura. Selain itu, dalam proyek ini memberikan perhatian pada masalah lingkungan, yaitu dengan memperbanyak lahan hijau yang akan menciptakan lingkungan asri dengan rimbunan pohon yang akan melindungi kawasan Jakarta Garden City.

Perumahan yang berkualitas internasional ini didesain dengan menggunakan konsep modern lifestyle, di mana township ini menyatukan tempat tinggal, tempat bekerja, dan pusat hiburan dalam satu kota yang terintegrasi.

“Township ini dilengkapi dengan fasilitas seperti shopping mall, hypermarket, medical centre, hotel resort, international school, club house, serta sport centre,” ujar Lim Seng Bin.

Selain fasilitas umum, Jakarta Garden City juga memikirkan kenyamanan penghuninya. Jakarta Garden City akan didukung dengan fasilitas seperti sistem keamanan 24 jam, lengkap dengan closed circuit television (CCTV), sistem drainase dan pengaturan banjir, sistem transportasi yang lebih teratur, sistem sanitasi yang higienis, serta manajemen yang profesional.

Pada tahap pertama, menurut Yeo Chee Kian, akan dibangun sebanyak 994 unit rumah. Pembangunan rumah itu rencananya akan dimulai awal tahun 2008 dan ditargetkan selesai akhir 2008. Pada tahun ini sedang dikerjakan pembangunan infrastruktur Jakarta Garden City.

Rencananya 994 unit rumah akan dijual dengan kisaran harga Rp 700 juta sampai dengan Rp 1 miliar per unit. Pada tahap awal ini terdapat dua tipe rumah yang sudah ditawarkan masing-masing dengan luas 150 meter persegi dan 200 meter persegi.

Setiap rumah di Jakarta Garden City dibangun dengan mengusung konsep cluster yang berjarak 200 meter. Bahkan rencananya di setiap rumah juga akan dilengkapi dengan fasilitas internet, infrastruktur telepon, dan listrik bawah tanah. “Istilah smart home adalah sebutan bagi unit-unit rumah yang akan berdiri di Jakarta Garden City,” papar Yeo Chee Kian.

Kawasan berkembang

Walau konsep kota mandiri yang ditawarkan Keppel Land bukanlah yang pertama kali dibangun Jakarta dan sekitarnya, kehadiran Jakarta Garden City dinilai Keppel Land merupakan peluang investasi properti yang cukup menjanjikan. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ini bisnis properti di Tanah Air menunjukkan kegairahan.

Bagi Keppel Land, peningkatan perekonomian Indonesia yang sejak tahun 2004 menunjukkan pertumbuhan yang baik telah mendorong masuknya investasi asing di Indonesia. Perkembangan iklim industri properti yang terus stabil, yang ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan ruang perkantoran, apartemen, dan perumahan, menjadi peluang Keppel Land untuk membangun proyek township di Jakarta.

Jakarta Garden City diharapkan memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta terhadap perumahan yang memiliki rencana induk yang matang dengan kualitas lingkungan, infrastruktur, dan sistem keamanan yang baik.

Mengapa Keppel Land memilih Cakung? Karena wilayah Cakung dinilai Keppel Land sebagai lokasi yang sangat strategis. Akses yang mudah ke berbagai lokasi penting dan kawasan industri di Jakarta dan sekitarnya membuat banyak investor tertarik masuk ke wilayah tersebut.

“Ini area yang akan berkembang terus yang populasi penduduknya akan terus bertambah,” ujar Lim Seng Bin, yang menyatakan investasi Jakarta Garden City untuk pembangunan tahap I termasuk pembebasan lahan sekitar Rp 1,9 triliun.

Soal kawasan Cakung yang saat ini dianggap tidak tertata, sebagai pengembang properti yang sudah berpengalaman di Asia, Keppel Land sangat optimistis pembangunan Jakarta Garden City akan mengubah wajah kawasan itu menjadi sebuah kawasan baru.

Dengan mengusung konsep township dunia baru, dalam beberapa tahun ke depan Keppel Land akan membuat daerah Cakung menjadi kawasan baru dengan lingkungan yang asri, hijau, dan udara segar serta tersedianya taman-taman yang akan memberikan kenyamanan bagi penghuni kawasan tersebut.

Lim Seng Bin menyatakan, Jakarta Garden City bukan hanya dirancang sebagai tempat tinggal sekaligus tempat bekerja dan berekreasi bagi keluarga, tetapi juga didukung dengan sistem pemeliharaan yang berkelanjutan. “Bukan hanya hunian yang nyaman dan aman, pengelolaan air bersih juga sudah kita pikirkan,” ujar Lim Seng Bin ketika menjawab apa yang membedakan proyek township ini dengan kota mandiri lainnya.

Mengenai penggunaan nama Jakarta Garden City, hal itu semata-mata untuk mengingatkan image Singapura yang terkenal sebagai kota taman.

Pengembang lama

Di Indonesia, Keppel Land bukanlah pengembang baru. Selama beberapa dekade, pengembang yang populer di Asia ini telah hadir di Jakarta dan beberapa daerah di Tanah Air dengan membangun sejumlah proyek.

Di Jakarta, proyek yang dibangun Keppel Land adalah Wisma BCA yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dan Perumahan Pasadenia Garden di Pulomas.

Di luar kota Jakarta, Keppel Land membangun BG Junction di Surabaya (daerah yang dulunya dikenal dengan nama perempatan Bubutan Golden), Hotel Melia Purosani di Yogyakarta, Hotel Resor Sedona di Manado, Resor Terpadu Ria Bintan di Pulau Riau, dan Tanah Lot Beach Resort di Bali.

Selain Indonesia, Keppel Land juga mengembangkan properti di China, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Di Kunming, China, Keppel Land mengubah lahan kosong jadi Spring City Golf and Lake Resort yang mendapatkan penghargaan di tahun 2007 sebagai “Best Course in China” dan “Best Course in Asia” oleh majalah Asian Golf Monthly.

Di Singapura, Keppel Land mengubah pelabuhan tua, Keppel Harbour, menjadi kompleks apartemen tepi laut mewah, Caribbean at Keppel Bay. Bahkan dengan world class waterfront living yang bernama Reflection at Keppel Bay, Keppel Land telah meletakkan Singapura di peta internasional.

eof.

5 Comments

Filed under properti

5 responses to “Jakarta Garden City di Cakung

  1. ade

    nice new city!when ???its already open ???can i see it?thks

  2. Setiadi

    Ini konsep Singapore Town Ship di Jakarta, mengembangkan konsep Minimalis dalam penerapan pengembangannya untuk Komersial, Residence hingga fasum dan fasosnya.

  3. mulyadi

    kami mengerakan konstruksi pondasi strauspile manual,,untuk konstruksi pondasi jika bapak berminat bisa hubungi kami hp 0813 8179 7218

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s