Bhakti Mungkin Akan Jual Saham Indovision

Jumat, 17 Juli 2009 | 06:59

JAKARTA. Sebentar lagi akan terjadi perubahan pemegang saham di tubuh PT MNC Sky Vision, anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Sebab, salah satu pemegang saham MNC Sky Vision melepas kepemilikan sahamnya lewat private placement kepada investor strategis.

Presiden Direktur BMTR Harry Tanoesoedibjo membenarkan bahwa salah satu pemegang saham operator televisi berbayar Indovision itu akan menjual sebagian kepemilikannya. Bahkan, calon penjual saham itu telah menunjuk dua penasehat keuangan (financial advisor), yakni Standard Chartered dan JP Morgan.

Saat ini BMTR menjadi pemegang saham mayoritas dengan memiliki 51% saham MNC Sky Vision. Pemegang saham lainnya adalah PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) yang memiliki 20% saham, serta pemegang saham lain memiliki sebanyak 29% saham MNC Sky Vision.

Harry menegaskan, BMTR tidak akan melepas kepemilikannya di Indovision. “Yang akan dilepas bukan saham milik BMTR, tapi milik pemegang saham lainnya,” kata Hary Tanoe kepada KONTAN melalui pesan singkat, kemarin (16/7).

BMTR bisa menambah saham

Kepala Hubungan Investor BMTR Mulana Hutabarat mengamini pernyataan Harry Tanoe. Malah, bukan tak mungkin BMTR akan menambah kepemilikannya di Indovision. “Tapi kami memang belum membahasnya,” kata Mulana.

Dalam berbagai kesempatan, Harry Tanoe memang selalu menyatakan bahwa Global Mediacom akan mengembangkan bisnis multimedia, termasuk di MNC Sky Vision.

Kabar yang beredar, pemegang saham MNC Sky Vision yang akan menjual kepemilikannya adalah Bhakti Investama. Direktur PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) Darma Putra tidak secara tegas membantahnya. “Bisa saja Bhakti menjual saham di Indovision kepada investor strategis, asalkan harganya bagus,” tandasnya.

Darma menyatakan, BHIT memiliki 20% saham Indovision. Ini adalah bagian dari investasi BHIT. Sebagai perusahaan investasi, Bhakti akan menjual asetnya manakala nilainya sudah lebih tinggi daripada harga pembelian semula.

Namun siapa calon investor strategis yang akan masuk ke Indovision? Darma enggan membuka kartu. Dia hanya mengatakan, banyak pihak yang tertarik masuk ke Indovision. “Kalau itu private placement, kami tidak bisa mengungkapkan karena bisa mempengaruhi negosiasi harganya,” ujarnya.

Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero menilai wajar rencana Bhakti Investama menjual saham Indovision. Sebagai perusahaan investasi, Bhakti Investama akan menjual aset yang telah memberikan keuntungan dari selisih harga (capital gain).

Kata Poltak, penjualan saham Indovision ini bisa mendatangkan sentimen positif bagi harga saham Bhakti, tetapi dapat pula menjadi sentimen negatif bagi saham Bhakti. “Tergantung untuk apa penggunaan dana hasil penjualan aset mereka itu nanti,” imbuhnya.

Poltak melihat, investor memang paling mudah memasuki industri televisi berlangganan ketimbang memasuki televisi siaran televisi konvensional. Jadi, bukan tak mungkin pangsa pasar Indovision yang dominan bakal menjadi nilai tawar yang bagus bagi Bhakti untuk mendapatkan harga jual yang terbaik.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham BHIT berada di posisi Rp 265 per saham. Harga ini melemah 5,36% dari harga penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level Rp 280 per saham. Adapun harga saham BMTR kemarin tutup di Rp 380 per saham, turun 3,8% dari perdagangan hari sebelumnya.

Sandy Baskoro, Yuwono Triatmodjo KONTAN

http://www.kontan.co.id/index.php/investasi/news/17911/Bhakti-Mungkin-Akan-Jual-Saham-Indovision

Leave a comment

Filed under berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s