JIEP Berencana Terbitkan Obligasi Sekitar Rp 1 Triliun di 2011

(BusinessReview)- Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) berencana akan menerbitkan obligasi sekitar Rp 1 triliun pada tahun 2011. Kebutuhan dana tersebut untuk proyek pembangunan power plant pembangkit listrik dan hotel di area kawasan industri tersebut.

“Kebutuhan pendanaan sangat mendesak. diperkirakan sekitar satu triliun rupiah,” ujar Machfud Arief Effendi, direktur Keuangan JIEP, pada persentase Penjurian Anugerah Business Review, kemarin, Rabu (20/10)

Namun begitu, lanjut  Arief, JIEP masih menunggu keputusan pemegang saham pemerintah di kementerian BUMN, agar mendapatkan izin untuk menerbitkan obligasi.

Sebelum mendapatkan izin dari pemegang saham, kata Arief, pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan ebberapa investor, termasuk pendanaan dari perbankan baik bank lokal maupun asing. Namun begitu, dia enggan menyebutkan bank mana saja.

Dikatakan kebutuhan dana untuk kedua proyek ini cukup besar. Untuk pembangunan pembangkit listrik mandiri berkapasitas 130 mega watt, diperkirakan menelan biaya investasi sekitar US$130 juta.

Arief menambahkan pembangunan pembangkit ini, telah berkordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara [PLN] terkait dengan energi listrik yang dihasilkan dan pihak PT Perusahaan Gas Negara [PGN] jika nanti tenaga pembangkit listriknya menggunakan bahan bakar gas.

Dikatakan sumber dana investasi pada pembangkit listrik tersebut yang berasal dari pinjaman maupun ekuitas, agar nanti beban bunganya tidak menggerus pendapatan usaha tersebut. Proyek pembangkit listrik mandiri itu, secara bisnis menguntungkan perusahaan dan memberikan jaminan ketersediaan energi listrik bagi seluruh penyewa lahan dan bangunan untuk pergudangan dan tempat berproduksi di kawasan industri tersebut.

Saat ini area kawasan industri Pulogadung sekitar 500 hektar, dan sisanya tinggal 20 hektar yang tidak boleh dijual. Arief mengatakan keterbatasan lahan tidak menyurutkan  menajemen dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan, meski perseroan hanya menyetorkan deviden ke DKI sebesar Rp 1,815 miliar.

JIEP kini mulai membidik berbagai celah usaha seperti warehousing (pergudangan) terpadu sebagai pusat layanan distribusi dalam penanganan satu atap.

Kelola JDC

Saat ini, PT JIEP terus menggiatkan diri dalam pengembangan usaha dalam mengelola Jiep Distribution Centre (JDC) di blok OR 5 di lingkungan KIP di atas lahan seluas 1,5 hektar. Keberadaan JDC juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti alat bongkar muat dan space untuk disewakan, serta berbagai sarana prasarana pendukung lainnya.

PT JIEP melakukan transpormasi dari penyewa menjadi warehouse management. Restrukturisasi dan terobosan usaha ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli PT JIEP terlebih memasuki persaingan pasar bebas yang kian ketat. Utamannya sebagai solusi bagi para pelanggan dalam mengatasi keterbatasan lahan gudang di setiap pabrik.

Adanya JDC, konsolidasi dan pengiriman barang bisa dipusatkan di satu tempat dengan manajemen pengelolaan sendiri. Dengan demikian, kalangan produsen atau pabrikan bisa lebih konsentrasi pada kegiartan produksi. Hal itu sangat membantu kalangan pengusaha dalam menagani konsolidasi barang, baik bahan baku industri maupun ekspor.

Tak heran jika belakangan makin banyak perusaaan pengiriman barang berbondong-bondong merubah strategi bisnis yang mengarah pada layanan sistim logistik. Selain menawarkan pengiriman barang secara door to door mereka mulai merambat pada pengurusan dokumen dalam satu atap. (sigit/kormen)

sumber : http://www.businessreview.co.id/berita-bumn-974.html

Leave a comment

Filed under bisnis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s