Sewa Gudang Indonesia Termurah

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

JAKARTA – Bisnis sewa gudang di Indonesia masih jauh dari harapan. Selain miskin gudang berspesifikasi tinggi (high specification industrial building) yang berdampak pada minimnya permintaan juga karena lahan industri di dalam negeri masih sangat murah. Sehingga, pelaku industri lebih memilih membeli lahan sendiri.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia bertolak belakang dengan kebanyakan Negara di Asia Pasifik yang industrinya aktif. Hasil riset Colliers International untuk semester kedua 2010 kembali menempatkan Asia Pasifik sebagai kawasan paling bergairah, disusul oleh Amerika Utara yang menunjukkan kenaikan dalam kegiatan sewa, sementara Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) mencatatkan pertumbuhan yang rendah.

Untuk tarif sewa gudang, Tokyo tercatat sebagai kawasan dengan tarif tertinggi di dunia sebesar USD22.56 per meter persegi per tahun. Disusul kemudian oleh London  Heathrow (USD20.11), Zurich (USD17.78), Hong Kong (USD17.08), dan Jenewa (USD16.79).    Division Manager Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan jangankan di level dunia, di jajaran Negara Asia Pasifik saja sewa gudang Indonesia masuk kategori paling murah yaitu USD3.60 per meter persegi per tahun.

’’Di Negara lain, lahannya terbatas tetapi infrastruktur jauh lebih baik. Spek gudang mereka juga canggih terutama di Tokyo atau Singapura,’’ ungkapnya, kemarin.

Di Indonesia, kata Ferry, gudang dengan spesifikasi tinggi masih sulit ditemui. Permintaannya juga minim dikarenakan sampai saat ini pelaku industri dari luar negeri memilih untuk membeli lahan industri dengan pertimbangan ekonomis; dapat lahan luas dengan harga lebih murah.     ’’Kebanyakan industri kita terutama manufaktur memang butuh lahan besar. Karakteristiknya melakukan produksi bahan mentah ke bahan setengah jadi atau bahan jadi,’’ terusnya.

Setelah itu, finishing-nya dilakukan di Negara lain sehingga nilai tambahnya juga ada di Negara lain. Ketika sudah menjadi barang 100 persen jadi maka ditampung di gudang dengan spesifikasi tinggi di Negara lain itu.

Sejauh ini, Ferry mengatakan bahwa industri di Indonesia memang lebih aktif jual lahan sedangkan di Singapura atau Tokyo dan Negara maju lainnya lebih aktif sewa gudang. ’’Kalau jual lahan terus lama-lama lahan kita akan habis,’’ ucapnya.

Dalam risetnya, di semester kedua tahun 2010 kawasan Asia Pasifik menjadi paling bergairah dalam bisnis sewa gudang seiring dengan kenaikan kegiatan ekspor di berbagai negara yang ikut mendorong pertumbuhan harga. Hal tersebut juga seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kondusif di Asia Pasifik serta para pelaku ekspor yang meningkatkan penjualan baik di Asia Pasifik maupun di dunia.

Meski begitu, dengan adanya gempa bumi dan tsunami di Jepang pada Maret 2011, kegiatan perdagangan di Asia Pasifik diprediksi terkena imbasnya dengan tingkat permintaan ruang gudang di kawasan ini yang diperkirakan akan lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya.(jpnn/c3/wan)

sumber:

Radar Lampung Sabtu, 23 April 2011 | 10:37 WIB  508 Kali Dibaca

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s