Survey Pasar Properti – online

Berdasarkan survei pasar properti online yang pertama kali dilakukan oleh iProperti Group, jaringan situs properti no.1 di Asia, terungkap bahwa kebutuhan akan properti dan perumahan di Indonesia terus meningkat. Sebesar 91.2% penduduk Indonesia yang disurvei telah memiliki rumah, sementara 4.9% lainnya memiliki apartemen. Sedangkan perumahan yang disubsidi oleh pemerintah, hotel dan ruko, hanya dipilih oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia.
Survei menunjukkan adanya kecenderungan di penduduk Indonesia, bahwa kebutuhan untuk memiliki properti pribadi sampai saat ini belum menjadi prioritas utama. “Ini adalah kesempatan yang baik bagi para pengusaha properti untuk mendorong masyarakat Indonesia memiliki properti sebagai investasi untuk jangka panjang,” saran Shaun Di Gregorio, CEO iProperty Group.
Hasil Penemuan
Partisipan survei ini berusia antara 26-40 tahun, dan sebagian besar berprofesi sebagai eksekutif manajerial dan profesional. Temuan dari hasil survei, penentuan keputusan untuk memiliki suatu properti bagi penduduk Indonesia dan Malaysia dipengaruhi oleh lokasi properti, baru kemudian harga properti. Sementara, berlaku sebaliknya bagi penduduk di Singapura dan Hong Kong. Faktor inilah yang cukup membedakan preferensi pilihan penduduk di negara yang mencakup wilayah yang luas seperti Indonesia dan Malaysia.
Dibandingkan Singapura, Malaysia dan Hong Kong, Indonesia masih menempati urutan terendah dalam preferensi pembelian properti sebagai bentuk investasi yang disewakan. Motivasi kepemilikan properti di Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh alasan kepemilikan properti pribadi, kemudian diikuti oleh Hong Kong. Warga Malaysia lebih tertarik pada properti sebagai investasi yang dapat dijual kembali. Sementara hampir 40% dari penduduk di Singapura tertarik pada pendapatan sewa dari properti mereka.
Pasar Properti pada tahun 2012
Gambaran Asia
Isu krisis ekonomi yang muncul di Eropa dan Amerika Serikat sedikit banyak berdampak terhadap perekonomian dan bisnis properti Asia di tahun 2012. Namun, pertumbuhan properti di Asia optismis dapat bergerak maju dengan dukungan kuatnya konsumsi domestik. Asian Development Bank (ADB) pun mengumumkan bahwa mereka telah merevisi proyeksi pertumbuhan Asia di bidang properti untuk 2012 menjadi 7.5% (tidak termasuk Jepang) pada bulan September 2011. Walaupun inflasi diperkirakan sebesar 4.6% pada tahun 2012.
Indonesia: Optimisme Konsumsi Domestik – Pembeli Asing Dinomorduakan
Di Indonesia, tingkat perekonomian yang tumbuh sebesar 1,5% di kuartal pertama 2011, 2,9% di kuartal kedua 2011 dan 3,5% di kuartal ketiga 2011, memicu kenaikan harga properti residensial sebesar 4,5% dari awal tahun sampai akhir kuartal ketiga 2011. Tingkat perenomian penduduk yang terus tumbuh secara stabil menjadi salah satu indikator yang dapat membangkitkan gairah bisnis properti di Indonesia.
Malaysia: Antusiasme Positif Bisnis Properti
Perekonomian Malaysia mulai tumbuh dalam tiga kuartal pertama tahun 2011, dengan kenaikan sebesar 5,2%, 4,3% dan 5,8% pada masing-masing kuartal. Harga properti Malaysia terus naik di 2011. Indeks Harga Rumah Malaysia untuk kuartal ketiga 2011 melaporkan, peningkatan dari tahun ke tahun sebesar 3,15% pada harga rumah, turun dari 5,76% pada saat yang sama tahun lalu. Menyesuaikan dengan inflasi yang terjadi, harga rumah dan properti menjadi turun sebesar 1,96% untuk periode ini.
Singapura: Jaga Keyakinan akan Pertumbuhan Bisnis Properti
Perekonomian Singapura tumbuh dalam tiga kuartal pertama tahun 2011, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 9,4%, 1,0% dan 6,1%. Sedangkan pertumbuhan di tahun 2012 diharapkan menjadi lebih rendah, dengan Otoritas Moneter Singapura yang memprediksi pertumbuhan sebesar 1 – 3% saja. Harga properti residensial swasta di Singapura naik sebesar 1,3% di kuartal ketiga 2011, lebih rendah disbanding kenaikan 2,0% pada kuartal sebelumnya.
Hong Kong: Pembelian yang Lebih Selektif
Berdasarkan survei yang telah dilakukan, 29,1% penduduk Hong Kong berada di flat Perumahan Sewa Publik, sementara 18,1% menempati flat bersubsidi. Pada 2012, pemerintah Hong Kong merencanakan untuk membebaskan sewa perumahan publik guna memberi bantuan kepada kelompok berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini memicu kalangan yang lebih luas di Hong Kong untuk memiliki properti. Lebih dari separuh penduduk Hong Kong yang menjadi peserta survei, yaitu sebesar 53%, berniat membeli properti dalam 1-2 tahun ke depan.
sumber: Rumah123.com

Leave a comment

Filed under properti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s